THE 5-SECOND TRICK FOR PAJAKBOLA

The 5-Second Trick For pajakbola

The 5-Second Trick For pajakbola

Blog Article

Meski ada kata "gemar" dalam definisi atlet, namun pada praktiknya atlet sejak dulu bukanlah seseorang yang hanya suka melakukan kegiatan olahraga. Melainkan, menjadikan kegiatan olahraga tersebut sebagai profesi yang ditekuni. Misalnya, seorang atlet sepak bola atau bulu tangkis.

Oleh karena itu, negara turut diuntungkan dengan melesatnya industri sepak bola, sebab negara memperoleh keuntungan dari segi perpajakan. Selain itu, banyaknya orang yang menggeluti bisnis sepak bola juga berpotensi untuk memperoleh pajak agar lebih maksimal lagi.

Misalnya, seorang atlet menerima penghargaan berupa bonus uang tunai sebesar Rp one hundred juta dari pemerintah.

Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa reward atau penghargaan yang diberikan oleh pemerintah kepada atlet dalam bentuk apapun, meski masuk kategori objek pajak.

Yang menarik adalah pada saat klub melakukan pembelian pemain. Apakah atas pembelian tersebut klub akan membiayakan, atau mencatatnya sebagai aset.

Dengan mengikuti tips di atas, atlet dapat memastikan bahwa kewajiban perpajakan telah dipatuhi dengan benar dan menghindari sanksi atau denda dari otoritas pajak. Perpajakan yang dikelola dengan baik juga dapat membantu atlet dalam merencanakan keuangan dengan lebih efektif.

Jika seorang atlet tidak terikat pada klub, dalam cabang olahraga apapun, maka dapat dikatakan pula bahwa penghasilan yang diperoleh oleh olahragawan atau atlet tersebut berasal dari pekerjaan bebas karena tidak terikat oleh suatu hubungan kerja.

Selain itu, sepak bola tengah menjadi sebuah ladang bisnis yang menguntungkan. Sederet artis pun turut berinvestasi pada cabang olahraga ini dengan membeli klub sepak bola. Sejumlah perusahaan maupun Trader berbondong-bondong menginvestasikan dananya pada industri sepak bola.

Rani membeli tiket bisokop di Bantul melalui pemesanan on-line dan mendapat diskon sebesar thirty%. Rani menonton di hari Minggu sehingga harga tiket bioskopnya sebesar Rp50.000, maka penghitungan pajak hiburan yang dipungut dari Rani adalah:

Atlet dapat mempertimbangkan untuk menggunakan jasa konsultan pajak untuk membantu menghitung dan melaporkan pajak.

Penghasilan yang diterima seseorang atas keikutsertaannya dalam suatu kegiatan adalah salah pajakbola satu jenis penghasilan lain yang merupakan penghasilan yang dipotong pajak penghasilan (PPh 21).

Namun, walaupun dicatat sebagai aset, atas pembelian pemain tersebut tidak dapat "disusutkan," karena ada kemungkinan nilai jual pemain tersebut di tahun berikutnya akan mengalami peningkatan.

Artinya, atlet yang menerima atau memperoleh penghasilan sehubungan dengan keikutsertaannya dalam suatu kejuaraan, maka atlet tersebut wajib melaksanakan kewajiban perpajakan, yakni membayar pajakbola pajak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Dalam hal ini saya berpendapat bahwa atas pembelian pemain tersebut harus dibukukan sebagai aset karena pemain tersebut memiliki masa manfaat lebih dari satu tahun dan ke depan pemain tersebut dapat dijual kembali.

Report this page